Bukan Untung Malah Buntung

Bicara masalah pernikahan sebagai kedok untuk kaya instan, beberapa bulan yang lalu saya bertemu dengan Jovita Zahira di sebuah restoran Jepang di jalan Seminyak, Bali. Kami duduk di teras luar sambil menikmati cerahnya siang hari ini di tengah musim penghujan di Pulau Seribu Pura.

Namanya Jovita Zahira, usianya 24 tahun. Empat tahun yang lalu, dia menikah dengan John Owen, warga negara Australia yang berusia 66 tahun. Setelah 3 tahun menikah, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Steven Owen. Kini Steven berusia 8 bulan.

Berawal dari iseng-iseng mencari pacar di dunia maya, enggak disangka keisengan Jovita berakhir dengan mengucapkan janji pernikahan di depan altar dalam sebuah pernikahan sederhana di Salatiga, Jawa Tengah akhir tahun 2009 lalu.

John dan Jovita saling mengenal pada pertengahan tahun 2007 lewat dating site. John mengaku pada Jovita bahwa dia bekerja sebagai seorang tukang ledeng profesional. Saat itu, Jovita masih berusia 18 tahun. Dia langsung jatuh hati pada John ketika John mengirimnya sebuah e-mail yang menyatakan bahwa dia tertarik pada Jovita.

Mulanya Jovita kurang tertarik pada John karena perbedaan usia yang terlalu jauh. Dari saling berkirim e-mail, hubungan mereka berlanjut di Yahoo Messenger lalu Skype.  Hampir setiap hari mereka chatting. Seiring dengan perkenalan mereka, John menawarkan suatu dunia baru baginya.

Natal 2007, John mengunjungi Jovita di Salatiga dan membawanya untuk berlibur ke Bali dan Malaysia. Lalu pada Valentine’s Day 2008, John mengundang Jovita untuk mengunjunginya di Australia selama dua minggu lamanya. Dalam satu tahun, John mengunjungi Jovita sebanyak tiga kali sementara Jovita mengunjungi John di Australia sebanyak dua kali.

Meskipun harus pacaran jarak jauh, hubungan mereka terjalin dengan harmonis. John merasa telah menemukan sesosok pendamping hidup yang ia impikan selama ini. Muda, cantik, seksi dan bisa melayani laki-laki di rumah dengan baik.

Selain itu, Jovita enggak pernah neko-neko dengan menuntut John untuk membelikannya barang-barang mahal yang enggak berguna. Sesekali saja John memberi Jovita hadiah yang dapat dia gunakan dalam menjalin komunikasi mereka selama pacaran jarak jauh seperti laptop, modem dan smartphone.

Kadang jika John sedang mendapatkan rejeki berlebih, dia mengirimi Jovita uang sebanyak 500 AUD. Suatu ketika John mengatakan pada Jovita bahwa dia berniat untuk pindah ke Indonesia dan ingin membeli properti di kawasan Sanur, Bali sehingga dia bisa dekat dengan Jovita. John memang bukan orang kaya tetapi tabungannya cukup untuk hidup nyaman di Indonesia.

…. bersambung

-Oktofani-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s