Q&A dengan penulis ‘Bule Hunter’

Berikut hasil tanya jawab Miss Bule Hunter (akun Twitter @thebulehunter) dengan Elisabeth Oktofani alias @oktofani, jurnalis dan penulis ‘Bule Hunter’ yang bukunya bisa segera kamu baca pasca Lebaran nanti. Simak yah 🙂

 

Q: Fan, sebetulnya pertama kali ‘tercetus’ ide untuk menulis buku ‘Bule Hunter ini’ kapan? 

Sebenernya ide untuk menulis tentang fenomena ‘bule hunter’ sudah muncul sejak tahun 2008.
Waktu itu, ada seorang kenalan (orang Indonesia) yang menanyakan berapa tarif saya untuk menemani bule.
Saya hanya bisa ketawa saja mendengar pertanyaan tersebut. Rupanya, selama ini bisa-bisanya ada yang menyangka saya ini cewek bayaran hanya karena senang bergaul dengan bule dan sering ke Bali.
Belum lagi selintingan-selintingan orang menengah ke bawah seperti tukang becak, supir taksi atau penjaja makanan yang bilang: ‘bule itu pasti kaya, bule itu penisnya besar’ (ada satu adegan dalam buku di mana saya benar-benar mendengar ini secara langsung!).
Selain itu, keluarga dekat juga ada yang kerap bilang ‘wah bule-bule sukanya sama cewek Indonesia yang elik-elik (jelek-jelek)’ atau ‘wah bule pasti kaya’.
Pendapat orang-orang tersebut cukup menganggu pikiran dan telinga saya. So saya merasa bahwa saya perlu meluruskan hal tersebut.
Q: Apakah sejak awal judulnya sudah ditentukan ‘bule hunter’?
Ya. Sejak awal saya memang mau memberi judul itu. Alasannya, karena orang-orang sering memanggil kami (perempuan yang kencan dengan bule) sebagai bule hunter baik dengan maupun tanpa maksud label negatif.
Kalau buat saya sih, dengan memberi judul seperti ini, berarti kami-kami yang dijuluki ‘bule hunter’ ini jadi bisa belajar untuk menertawakan diri sendiri sebelum orang lain menertawai kita.
Q: Pengalaman berat apa yang kamu hadapi dalam menulis buku ini?
Hmm, apa ya? Rasa malas kali, ya? Ha ha ha ha…. Sebenarnya pengalaman berat adalah mencari narasumber yang pas sehingga punya cerita-cerita yang muncul nantinya bisa bervariasi. Untung saja selalu menemukan yang pas.
Q; Pengalaman lucu apa yang pernah kamu hadapi dalam menulis buku ini?
Oh, waktu saya sedang mencari narasumber di salah satu night club di Jakarta Selatan yang kebetulan isinya ayam-ayam, saya dikira ayam juga.
Kebetulan, malam itu saya pakai red dress supaya bisa membaur. Eh. pas di toilet ada mbak-mbak bilang, Eh sama-sama pakai baju merah… semoga malam ini kita beruntung ya, say. Bisa bawa pulang satu.”
Belum lagi waktu saya melakukan observasi, ada mbak-mbak yang berulang kali gagal melakukan ‘deal’ dengan klien bilang ke saya: “Wah enak ya kamu udah dapet mangsa.”
Padahal, malam itu saya datang dengan kawan saya yang kebetulan juga warga negara asing. Nah, si mbak ini akhirnya jadi narasumber saya.
Q: Kalau inspirasi selama proses menulis datang dari mana saja?
Dari mengobrol sama teman-teman. Kebetulan saya dulu sering banget hang out sama cewek-cewek dan kita sering berbagi cerita tentang cross-cultural relationships alias hubungan-hubungan antarbudaya.
Kami juga sama-samabete kalau orang memandang kami ini cewek gampangan cuma karena pakai baju seksi, lah … jalan sama berbagai macam bule, lah …inilah, itulah….. Ya, sama seperti yang saya ungkapkan di awal tadi
Q: Apakah ada buku yang menjadi referensi?
“Sisi Gelap Pekawinan Timur Barat” karya wartawan senior Yuyun Krisna-Mandagie. Dia itu wartawan Sinar Harapan.
Q: Apakah Fani memperoleh pandangan miring karena menulis buku ini?
Saya rasa sempat sih. Ada yang sempat bilang semoga jadi ‘bule hunter’ yang sukses. Ada juga salah seorang aktivis bilang ke saya ‘ih, apaan sih kok Fani nulis buku kayak gini?’
Namun, setelah baca teaser-nya dia berubah pandangan, dia bilang justru ini menarik banget karena merupakan bentuk perlawanan dari perempuan Asia yang kerap dipandang negatif saat berkencan dengan bule baik orang kita maupun oleh bule sendiri.
Ada juga yang menanggapi sinis ‘bule kok diburu… kalau jodoh enggak ke mana’… Hi hi hi buat saya sih lucu aja denger tanggapan seperti itu yang terkesan sinis. Berarti, masyarakat belum tahu betapa kompleknya cross-cultural relationships and selalu ada motif di baliknya bisa itu uang, seks, atau cinta. Itulah yang orang-orang sering gagal untuk memahaminya atau pura-pura buta.
Q: Buku ini banyak membahas tentang seks, apakah Fani siap apabila nantinya muncul kontroversi?
Siap! Hehe. Seks adalah kebutuhan dasar manusia dan kenapa sih kita enggak berusaha bersikap jujur tentang ini. Bukankah dengan membahas seks kita bisa mengedukasi satu sama lain?
I’m not talking about moral issue ya… but about safe sex dan kesehatan reproduksi. Betapa banyaknya penyakit di luar sana yang kadang kita enggak mengerti dan enggak paham. Belum lagi kesadaran kita akan kesehatan masih belum baik.
Misalnya, berapa banyak sih yang mau pakai kondom? Kenapa harus pakai kondom? Apakah melulu untuk menghindari kehamilan? Atau misalnya seberapa sering sih kita melakukan tes HIV/AIDS, Hepatitis dan penyakit menular seks lain?
Nah,  seks adalah kebutuhan dasar manusia tapi kita juga perlu waspada itu aja. Kenapa sungkan membahas seks kalau dibalik tembok partner seks kita banyak atau kita sering cekikikan bahas seks dengan kawan-kawan kita? Iya kan? Jadi saya sih siap-siap saja kalau menuai kontroversi.
Q: Terakhir nih, kapan terbitnya? Hehe. Banyak yang nanyain ke Miss Bule Hunter 😀 
Tunggu tanggal mainnya he he he  mudah mudah setelah Idul Fitri….
 ==@==
Catatan: Miss Bule Hunter adalah nickname untuk administrator dari akun Twitter @thebulehunter yang di-hire Fani untuk memegang Twitter dan Facebook ‘Bule Hunter’. Jadi, dia bukan Fani. Jadi, percakapan ini terjadi antara dua orang. Jadi, please jangan mengira Fani bikin pertanyaan sendiri terus jawab sendiri ya, he he.
(*)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s