Amahl S. Azwar (Mahel)

“Saya merasa beruntung mendapat kesempatan untuk mengedit manuskrip awal Bule Hunter. Fani dan saya kebetulan sudah cukup lama saling mengenal waktu sama-sama menjadi wartawan di Jakarta. Jadi, jauh sebelum ia meminta saya untuk membantunya dengan naskah ini, saya sudah mendengar ide dan konsep bukunya dan langsung jatuh hati.

“Seru! Itulah kesan yang saya dapatkan selama proses pengeditan naskah ini. Fani bukan tipe penulis yang keras kepala untuk menerima kritik atau saran. Dia akan terbuka untuk mendengarkan masukan apa pun selama konteksnya untuk membangun.

“Dari judulnya saja (Bule Hunter) saya sudah tertarik. Buku ini secara blak-blakan membuka semua hal yang selama ini menjadi stigma terhadap perempuan yang menjalin hubungan asmara dengan pria Barat.

“Saya sendiri pertama kali mengenal konsep ‘bule hunter’ pada saat Anggun C. Sasmi pertama kali meniti karier di Prancis dulu. Yah, waktu itu ‘bule hunter’ bukan istilah yang dipakai, memang. Akan tetapi, beberapa anggota keluarga saya mengeluarkan komentar sinis yang kira-kira senada dengan apa yang diutarakan Fani di buku perdananya ini. Salah satunya adalah: ‘ya terang aja Anggun itu laku di Eropa, orang-orang bule kan sukanya yang kulitnya hitam dan jelek.’

“Jadi, membaca buku ini, untuk pertama kalinya saya melihat ada ‘pembelaan’ dari perempuan-perempuan yang bernasib serupa. Selamat, Fan, buat bukunya. You rock!” Amahl S. Azwar, Bandung based author.

Follow @mcmahel on Twitter.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s