Wanita Indonesia Bersuami Pria Asing Tak Selalu “Bule Hunter”

Jakarta – Apa yang ada di benak seorang wanita Indonesia ketika memilih pasangan pria asing, baik itu suami atau pacar?

Adalah hak jika seseorang memilih pasangan orang Indonesia asli atau pria asing.

Namun masyarakat umum cenderung menilai bahwa wanita Indonesia yang memilih pasangan bule, demikian mereka biasa disebut, adalahbule hunter, alias wanita pengejar bule.

Hal inilah yang tengah dicoba untuk diluruskan oleh Elizabeth Oktofani. Melalui bukunya, Bule Hunter, wanita ini mencoba menjelaskan kepada masyarakat wanita Indonesia yang memiliki suami atau pacar pria asing bukanlah hal yang salah.

“Selama ini wanita yang memiliki pasangan pria bule sering disebut sebagai bule hunter. Padahalbule hunter memiliki konotasi yang negatif, yang menghakimi si wanita sebagai wanita murahan, cewek matre, yang hanya ingin sekadar seks,” katanya saat meluncurkan bukunya di Jakarta, Rabu (10/9).

Menurutnya, sama dengan wanita Indonesia yang menikahi pria Indonesia, wanita Indonesia yang memilih pasangan pria asing juga memiliki motivasi tertentu untuk mencapai tujuannya.

“Ada yang termotivasi untuk mendapatkan cinta, kebahagiaan, seks dan bahkan uang.”

Memang ada wanita-wanita Indonesia yang mencari sekadar seks dan uang pada pasangan bule-nya, tapi tidak semua. Dan wanita-wanita inilah yang sebenarnya mungkin banyak dinilai sebagai wanita pencari kesenangan belaka.

“Tapi tidak adil rasanya jika digeneralisasi bahwa semua wanita Indonesia yang memiliki pasangan pria asing seperti itu semua,” ujar Fani.

Pada kesempatan yang sama, feminis sekaligus pemerhati isu-isu perempuan, Myra Diarsi menyatakan setuju dengan pendapat Fani. Setiap wanita Indonesia memiliki hak yang sama untuk memilih pasangannya dan mencari kebahagiaan dari pasangannya.

“Banyak wanita yang bersuami pria bule memang jatuh cinta dan ingin menciptakan keluarga yang seutuhnya. Mungkin bedanya hanya pada penampilannya, bahwa bule biasanya berkulit putih, tinggi dan sebagainya. Namun banyak dari mereka yang memang ingin bahagia dengan pasangannya,” ujarnya.

Melalui bukunya, Fani ingin mengedukasi masyarakat bahwa stigma itu tidak bisa diberlakukan pada semua wanita Indonesia yang mencintai pria asing.

Ia berjanji, anggapan miring masyarakat akan terluruskan setelah mereka membaca Bule Hunter. Buku ini tersedia di toko buku-toko buku dengan harga Rp 65.000 per eksemplar.

==@==

Tulisan ini dimuat oleh  Beritasatu.com pada tanggal 10 Sept. 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s