Yunita Zahara

Finally done reading this book! Such a good book and we can learnt a lot from all of the stories – Yunita Zahara, Jakarta

Desy

Saya sudah membaca buku Bule Hunter. Rasanya seperti dihadapkan pada kenyataan bahwa semua itu memang benar adanya di sekitar kita terlebih bagi saya yang bermukim di Bali yang notabena menjadi salah satu lokasi dimana fenomena ini banyak terjadi. Saya bukan penggemar bule, belum pernah naksir apalagi jatuh cinta dengan bule. Saya masih cinta produk dalam negeri walaupun sahabat saya mulai menasehati saya untuk membuka peluang bagi para bule, tetapi seperti halnya kisah para bule hunter yang memang memilih bule, maka saya (masih) lebih cowok lokal.

Buku ini menyajikan keadaan yang memang terjadi segara gamblang tanpa basa-basi. Kenyataan yang selama ini ada di depan mata saya tetapi saya seakan atau memang memilih untuk menutup mata serta telinga (egois memang). Bagian pembuka buku ini yang bercerita tentang Gold Digger, kontan membuat saya merasa tidak terima. Tidak terima karena tidak semua bule hunter seperti itu! Setidaknya sahabat saya yang menikah dengan bule, tidak seperti itu, walaupun di luar sana juga banyak yang seperti itu, dengan berbagai alasan, bahkan saya (pernah) berjumpa salah satu dari yang bisa dikatagorikan sebagai Gold Digger.

Digeneralisasi seperti itu, membuat saya, yang bukan bule hunter pun ikut terusik. Saya yang berkerja, punya penghasilan sendiri, tidak terima digeneralisasi seperti itu hanya karena kelakuan beberapa orang.

Keseluruhan yang disajikan dalam buku ini membuka mata dan telinga saya. Memberikan saya informasi bahwa bule hunter itu ada, tidak selamanya mereka buruk, ada pula yang tulus, dan tidak selamanya memiliki pasangan bule itu mendatangkan kebahagiaan walalupun mungkin secara materi lebih dari pada orang lain. Tidak selamanya juga bule-bule itu baik. Tidak selamanya mereka kaya (punya pekerjaan baik dinegaranya), karena banyak juga bule kere yang karena perbedaan nilai mata uang, maka mereka besikap pentantang-petenteng dan seenaknya memperlakukan wanita Indonesia tetapi semua kembali kepada pribadi wanita-wanita itu sendiri.

Great book 🙂

Buka Buka Buku ‘Bule Hunter: Money, Sex and Love’

Dear pembaca buku Bule Hunter: Money, Sex and Love dan pengunjung blog bulehunter.com di Semarang

Yang belum baca, yang pengen tahu, yang penasaran sama buku Bule Hunter: Money, Sex and Love karya saya. Yuk nanti malem stay tune di 102.4 Gajahmada FM untuk ngebahas buku Bule Hunter di acara Buka Buka Buku jam 7 malem.

Cheers

Bedah Buku Bule Hunter: Money, Sex and Love

Kepada pembaca buku “Bule Hunter: Money, Sex and Love ” dan pengunjung website bulehunter.com

Suara Kita akan mengadakan acara diskusi dan bedah buku “Bule Hunter: Money, Sex and Love” pada hari Sabtu (18 Oktober 2014)  jam 16:00  bertempat di  Sekertariat Suara Kita (Kalibata Timur 1, No. 51. Rt.009/001. Kalibata- Jakarta Selatan -Belakang Taman Makam Pahlahwan Kalibata-).

Yang mau gabung… silahkan datang ya!

Undangan Bedah Buku Bule Hunter: Money, Sex and Love oleh Suara Kita [2014: Yatna]

Undangan Bedah Buku Bule Hunter: Money, Sex and Love oleh Suara Kita [2014: Yatna]

Norwegian Men and Import Brides

Last week the documentary focused on Norwegian men and ‘import brides’. It is commonly known amongst Norwegians that Norwegian men import brides because Norwegian women don’t consider them ‘a catch’. So Norwegian men look elsewhere. When it comes to Norwegians marrying someone abroad certain trends have developed over the years. Currently most Norwegian women who marry from abroad marry from Sweden, Denmark and the UK.

Most Norwegian men who marry from abroad marry women firstly from Thailand, secondly from Russia and thirdly from the Philippines. The import brides have clear reasons for their marriage choice: Russian women marry Norwegian men because of the ‘Norwegianess’ – meaning that Norwegian men are more domesticated than Russian men therefore Russian women have less domestic responsibility and more ‘freedom’. South-east Asian woman marry Norwegian men because they want to up-grade their lifestyle and also use it as a means to support their family in Thailand.  Read the rest here