What You Need To Know About This Book

I try to explode myth and stereotype about Indonesian women and foreigners (Westerner) as individual as well as in relationship. Male dominated society tells women how to behave in hypocritical way, for example our society judges woman for selling sex.

All we have to do is driving around Jakarta, Bali, Yogya or any big cities and see places where the men, who dominate our society, by sex.

Our society (Indonesian) glorifies foreigner (Westerner) in a hypocritical way, on the other hand, we say foreigners sophisticated , educated and ethical, we usually assume that they are rich as well but the reality is some of them are none of this things.

So in a effort human being and human relationship are, this book is a small snapshot into the life of several Indonesian women unfairly described as bule hunter. 

Advertisements

Irene S Vidiadari

Irene S Vidiadari

Irene S Vidiadari

 

Buku “Bule Hunter” ini menyadarkan para pembaca (terutama perempuan) untuk bisa menghargai diri sendiri. Banyak yang gampang patah arang karena menilai pekerjaan dari nominal yang dia dapet, padahal nilai “bekerja” yang terutama adalah penghargaan terhadap diri sendiri dan terhadap hidup yang kita jalani. Ga percaya? Baca deh halaman 22 dan 272 (yang ini jadi favorit saya! Hehehe) .Selamat dan sukses mbak Fani, saya nggak sabar nunggu karya selanjutnya! – Irene S Vidiadari,  karyawan swasta di Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Barat ‘Keren’, Indonesia ‘Kuno’?

Saat pertama kali saya berkencan dengan bule, saya selalu mengelu- elukan budaya Barat. Saya selalu menganggap bahwa budaya Indonesia itu kolot, begitu juga dengan orang Indonesia. Enggak keren sama sekali.

Seiring berjalannya waktu, saya belajar bahwa enggak semua tentang ‘Barat’ itu keren, enggak semua budaya Indonesia itu kolot. Saya justru rindu dengan kearifan budaya Jawa dan kekayaan budaya Indonesia yang membuat saya merasa lebih menjadi manusia berbudaya.

Sekarang, saya hanya bisa tersenyum melihat bule hunter yang terlalu mengagung-agungkan pria- pria bule. Apalagi bagi newbie yang belum mengenal atau memahami betul siapa mereka, kebiasaan serta bagaimana budaya mereka lebih dalam.

Bagaimana pun kita, sebagai orang Indonesia, mencoba untuk bersikap seperti orang Barat, kita enggak akan pernah menjadi bagian dari mereka. Begitu pula dengan mereka. Mau bagaimana pun mereka, sebagai orang Barat, mencoba bersikap seperti orang Indonesia, mereka enggak akan pernah menjadi bagian dari orang Indonesia.

Saya sama sekali enggak membenci bule, tetapi saya juga enggak mau mengagung-agungkan mereka. Saya merasa bahwa enggak ada satu pun yang membuat satu ras lebih unggul daripada ras lain. In the end of the day, we are all human, we are all equal. Tak ada yang lebih baik atau buruk hanya karena latar belakang ras mereka.

-Oktofani-

BH’s Phuck Buddy Rules

Do you have fuck buddy? Miss Bule Hunter punya beberapa tips nih enggak sakit hati dan stay healthy!

1. GUNAKAN KONDOM! Safe sex! It is very important. It’s not about avoiding getting pregnant but preventing getting sexual transmitted dissase (STD). Enggak mau dong kita kena penyakit STD karena gaya hidup kita? Sebagai perempuan, jangan malu ke apotek untuk beli kondom karena belum tentu partner kita punya. So bring condoms everywhere you go!

2. JANGAN menjalin komunikasi yang intens, karena itu bisa membuat orang jatuh cinta.

3. JANGAN bertemu terlalu sering, dua minggu sekali cukup. Karena sama halnya dengan komunikasi cukup intens, ini bisa membuat orang jatuh cinta.

4. You MUST make it clear to your sex partner about what you want and your status, whether you are single or in relationship. Menurut saya, cara ini adalah cara yang tepat untuk menghindari tumbuhnya suatu perasaan antara kedua belah pihak.

5. RESPECT EACH OTHER business and personality. Maksud saya, saat memilih untuk punya fuck buddy, si laki-laki enggak boleh menganggap si perempuan sebagai pelacur dan si perempuan enggak boleh menganggap si laki-laki sebagai mainannya saja, because there is a fair exchange between the man and woman. Don’t you think so?

6. JANGAN terlalu romantis saat di kamar. Jangan terlalu lama berbasa-basi. No kissing, no hugging or long chit chat before or after have sex. Just bang. When you’ve done, shower then leave. Just play smart! Isn’t that what you need?

-Oktofani-

Julia Perez

“Gue suka sama bule bukan karena barang mereka gede. Gue suka sama bule karena nyali mereka lebih gede. Gue suka sama laki-laki yang punya karakter. And, I think, for Indonesian people, we need character right now. Kita terlalu ‘ramah’ untuk menjadi seorang laki-laki. Butuh GEDORAN. Sesuatu yang berbeda dari sebelumnya.” Julia Perez, penyanyi dan artis.

Jessica Huwae

Bule Hunter, judul provokatif yang akan membuat siapa saja mengernyitkan kening, menebak-nebak isi buku ini.

Alasan dan latar belakang dari banyaknya perempuan Indonesia yang rajin “berburu” pasangan ekspatriat rupanya menjadi inspirasi bagi Elisabeth Oktofani untuk mengangkatnya ke dalam debut karyanya ini.  Dengan berbekal pengalaman sebagai jurnalis, Oktofani mengangkat kisah jatuh-bangun para perempuan tersebut–dengan motivasi mereka yang beragam–untuk mendapatkan pasangan bule idaman.

Tidak selalu manis memang, ada yang merasa direndahkan, merasa dimanfaatkan, merasa terjebak dalam kondisi yang tidak menguntungkan–walau tidak sedikit juga dari perempuan pemburu yang akhirnya memiliki akhir cerita yang menyenangkan alias happy ending.”

Dengan riset dan observasi yang mendalam, Cetta berhasil meramu kumpulan cerita yang eye opening, tidak berjarak, membangkitkan simpati serta menahan kita untuk tidak segera menghakimi karena  pada akhirnya, terlepas dari apapun warna kulit, kebangsaan dan tebal kantong seseorang, yang ia ingini pada dasarnya sungguhlah sederhana: to love and be loved in return.” – Jessica Huwae, Penulis/Founder Dailysylvia.Com

==@==

Jessica Huwae adalah  penulis dan founder DailySylvia.com. Salah satu karya ciamik dari Mbak Jessica ini  adalah “Galila” yang juga sudah beredar di toko-toko buku terdekat. Sila follow @jessicahuwae di Twitter buat yang ingin kenal lebih lanjut, yah. Thanks banget ya, Mbak. Love you so much!