Kontribusi Istri Bule dalam Rumah Tangga

Saya pun tiba-tiba teringat Henry yang pernah mengatakan pada saya bahwa kawan-kawannya dapat membeli rumah dan hidup berkecukupan karena istri mereka bekerja dan memberi kontribusi cukup signifikan pada rumah tangga.

Ya iyalah! Apakah saya harus heran? Semua orang juga tahu, sistem gaji bagi orang kulit putih sangat berbeda dengan gaji orang kulit cokelat atau hitam. Orang kulit putih cenderung mendapatkan gaji lima kali lipat daripada orang lokal ketika mereka bekerja di negara berkembang. Lihat saja berita di Kompas beberapa waktu lalu tentang kesenjangan gaji antara guru asing dan guru lokal di sekolah bertaraf internasional di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Guru asing menerima upah antara Rp50 sampai Rp100 juta per bulan sedangkan guru Indonesia hanya menerima upah Rp 2 juta sampai Rp15 juta per bulan.

Ya, tentu saja, akhirnya saya enggak bisa memberi kontribusi yang cukup signifikan terhadap keuangan rumah tangga kami. Saya sebagai orang Indonesia dengan pendidikan universitas swasta di Yogyakarta hanya dihargai murah.

Ah, lucu sekali. Lucu sekali, kata saya dalam hati. Bisa dibilang, saya ini sudah pasrah dengan gaji murah karena sistemnya memang sudah seperti itu, tetapi saya masih harus makan. Eh, masih saja enggak dihargai, yang ada malah dicaci maki suami sendiri.

-Oktofani-

Advertisements