Oh… Is She A Gold Digger?

Suatu malam Manda, seorang kawan lama, mengatakan pada saya bahwa sebelum datang ke Indonesia, Renato, suami Manda yang merupakan warga negara Prancis, pernah diingatkan oleh kawan-kawannya di negaranya tentang perempuan Indonesia katanya matre.

“Hati-hati dengan perempuan Indonesia, mereka cewek matre! It’s better you stay away from them!”

Belum lagi masyarakat lokal juga kerap mengecap perempuan Indonesia yang menikah atau berkencan dengan bule memiliki motivasi ekonomi to improve our life. Saya tertawa terbahak-bahak sekaligus kesal mendengar stereotipe yang keluar dari mulut orang barat maupun orang lokal. Tahu apa mereka tentang kami? Enggak semua bule hunter itu matre lho. Tapi… ya seperti apa yang saya ungkapkan sebelumnya, I have to admit that gold diggers do exist among bule hunter.

Saya bertemu beberapa dari mereka di waktu dan tempat yang berbeda. Mereka mengakui bahwa mereka adalah bule hunter as well as gold digger. Mereka enggak malu dan berbagi tentang kisah mereka dengan kita di sini karena memang itulah yang mereka lakukan.

Mau tahu cerita mereka? Tunggu posting saya selanjutnya

-Oktofani-

Advertisements

Kenapa Bule Hunter?

Terkadang saya bertanya pada diri saya sendiri “Apakah bule hunter selalu berarti negatif?” Awalnya saya pikir label tersebut terdengar cukup negatif di telinga saya. Entah mengapa?! Bahkan sejujurnya, saya cenderung risih dengan sebutan tersebut apalagi saya sebagai perempuan Jawa, perempuan Indonesia, mengencani dan sekarang menikahi pria kulit putih dari Ras Kaukasoid yang sering kita sebut sebagai bule.

Namun lagi-lagi saya bertanya pada diri saya sendiri…. Apakah istilah bule hunter selalu berarti negatif? Enggak juga. Tapi kenapa banyak orang Indonesia yang melakukan ‘perburuan’ terhadap bule-bule tersebut? Tentu saja banyak alasan!

Dalam hal ini saya ingin membicarakan tentang bule hunter perempuan dan bule pria. Yup! Perempuan, manusia bervagina yang mendambakan laki-laki dari Ras Kaukasoid sebagai pendampingnya baik pacar atau suami, sebagai client dalam bisnis prostitusi atau hanya sekedar sebagai fuck buddy alias teman kencan.

Namun apa sih istimewanya para bule tersebut? Apakah fisik mereka yang tinggi, putih, hidung mancung dan bibir pink? Apakah mereka lebih pandai daripada laki-laki Indonesia? Apakah mereka lebih romantis daripada laki-laki Indonesia? Atau dompet mereka yang nampaknya lebih tebal daripada dompet laki-laki Indonesia sehingga mereka bisa hidup nyaman di Indonesia?

Well…. hanya bule hunter yang dapat menjawabnya

-Oktofani-