Casual Sex Relationship… Don’t Forget LATEX!

Anyway, satu yang harus diketahui dan dipahami betul oleh orang-orang yang menjalin casual sex relationship ini adalah ‘aturan main’. Jangan sampai kita kebablasan dan menghancurkan diri kita sendiri.

Mimpi buruk yang paling mengerikan dalam casual sex relationship dengan banyak partner sebenarnya bukanlah kehamilan, melainkan penyakit menular seksual seperti hepatitis B, hepatitis C, herpes, syphilis, gonorrhea atau HIV/AIDS.

Penting kiranya kita menggunakan kondom serta me- lakukan tes kesehatan (HIV/AIDS dan STD) secara rutin dan teratur. Mungkin kita hanya memiliki satu orang sex partner saja, tapi bagaimana dengan dia? Apakah sudah pasti dia bermain safe di luar sana? Belum tentu!

Oleh karena itu, lebih baik sedia payung sebelum hujan. Apalagi kebanyakan penyakit ini enggak bisa dilihat dengan mata telanjang.

-Oktofani-

Advertisements

Kenapa Bule Hunter?

Terkadang saya bertanya pada diri saya sendiri “Apakah bule hunter selalu berarti negatif?” Awalnya saya pikir label tersebut terdengar cukup negatif di telinga saya. Entah mengapa?! Bahkan sejujurnya, saya cenderung risih dengan sebutan tersebut apalagi saya sebagai perempuan Jawa, perempuan Indonesia, mengencani dan sekarang menikahi pria kulit putih dari Ras Kaukasoid yang sering kita sebut sebagai bule.

Namun lagi-lagi saya bertanya pada diri saya sendiri…. Apakah istilah bule hunter selalu berarti negatif? Enggak juga. Tapi kenapa banyak orang Indonesia yang melakukan ‘perburuan’ terhadap bule-bule tersebut? Tentu saja banyak alasan!

Dalam hal ini saya ingin membicarakan tentang bule hunter perempuan dan bule pria. Yup! Perempuan, manusia bervagina yang mendambakan laki-laki dari Ras Kaukasoid sebagai pendampingnya baik pacar atau suami, sebagai client dalam bisnis prostitusi atau hanya sekedar sebagai fuck buddy alias teman kencan.

Namun apa sih istimewanya para bule tersebut? Apakah fisik mereka yang tinggi, putih, hidung mancung dan bibir pink? Apakah mereka lebih pandai daripada laki-laki Indonesia? Apakah mereka lebih romantis daripada laki-laki Indonesia? Atau dompet mereka yang nampaknya lebih tebal daripada dompet laki-laki Indonesia sehingga mereka bisa hidup nyaman di Indonesia?

Well…. hanya bule hunter yang dapat menjawabnya

-Oktofani-